BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS �

Jumat, 13 November 2009

EOS 500D

Sekilas Kamera DSLR: Canon EOS 500D

Canon EOS 500D ini memang bukan kamera DSLR kelas entry level tapi buat mereka yang ingin beralih dari kamera compact mungkin ini adalah pilihan yang tepat. Selain menjanjikan kualitas gambar yang bagus, kamera ini juga memungkinkan merekam video sekaligus masih menyediakan pengaturan otomatis yang tak merepotkan pengguna.

Canon EOS 500D

Dalam bodi yang ringkas ini tertanam sensor 15 megapixel dengan pemroses gambar DIGIC 4 lengkap dengan fasilitas Live View. Sebagai bonus, Anda masih mendapatkan lampu flash meski hot shoe untuk lampu flash eksternal juga disediakan. Paling tidak bila kebetulan kondisi cahaya redup dan tak ada lampu flash Anda masih bisa menggunakan fitur flash yang disediakan.

Soal kualitas hasil bidikan, Canon EOS 500D ini sama sekali tak mengecewakan. Gambar terlihat jernih dengan reproduksi warna yang terlihat alami. Tak ada gejala penyimpangan warna atau noise bahkan pada saat kondisi pencahayaan mulai meredup sekalipun. Setidaknya sampai ISO 3200 gambar masih terlihat bersih kecuali jika Anda melihatnya dalam ukuran maksimal dan benar-benar memperhatikan secara detail.

Canon EOS 500D

Dalam mode video, Canon EOS 500D ini juga tak mengecewakan. Rekaman terlihat jernih dan tajam sementara gerakan objek dalam video juga terlihat mulus. Yang jadi masalah justru adalah microphone-nya. Mic yang terpasang cukup peka dan mampu menangkap suara dengan baik namun kendalanya adalah suara mekanik saat melakukan zoom juga ikut tertangkap. Parahnya lagi Canon tak menyediakan jack buat mic eksternal pada kamera ini.

Fitur Live View-nya cukup bagus meski pada kasus autofocus agak sedikit lambat. Kekurangan lain mungkin adalah tidak disediakannya mekanisme yang membuat layar LCD ini bisa digerakkan ke berbagai arah sehingga tak ada kemungkinan untuk mengambil gambar dari sudut-sudut 'kreatif' atau malah untuk mengambil foto diri sendiri misalnya. Untung kualitas LCD yang terpasang sangat bagus sehingga untuk melihat apakah objek sudah fokus tak terlalu sulit.

Canon EOS 500D

Buat Anda yang tak punya pengalaman menggunakan kamera DSLR, Canon EOS 500D ini masih menyediakan fasilitas full auto mode yang memungkinkan kamera ini mengatur sendiri setting yang tepat untuk kondisi tertentu. Layak jika Good Gear Guide berani memberikan empat bintang buat kamera yang dijual dengan harga US$900 atau sekitar Rp9 jutaan ini.
(ggg/roc)

SPESIFIKASI:
Sensor:22.3 x 14.9mm CMOS (15.1 megapixel)
Lensa:EF/EF-S Lens Mount
Zoom:-
Viewfinder:Optical
LCD Monitor:3.0 in TFT, approx. 920K dots
Maximum Aperture:-
Shutter Speed:30-1/4000 sec
White Balance:Custom, Auto, Cloudy, Daylight, Flash, Fluorescent, Shade, Tungsten
Flash:Built in + hot shoe
Shooting Modes:Auto, Portrait, Landscape, Close-up, Sports, Night Portrait, No Flash, Movie, Program AE , Shutter priority AE, Aperture priority AE, Manual, A-DEP
Photo Effects:-
Storage Media:SD card, SDHC card
File Format:RAW, JPEG
Interfaces:HDMI Output, USB 2.0
Dimensi:128.8 x 97.5 x 61.9 mm
Situs Resmi:www.canon.co.uk

Backpacker, Jalan Murah Ke Eropa

jalan-jalan murah ke Eropa? jadi backpacker yuk


Melihat lebih dekat Eropa dengan dana terbatas? Jadi Backpacker yuk

Akhirnya setelah menunggu berapa lama untuk bisa melancong ke Eropa saya berhasil mendapatkan visa untuk berjalan- jalan ke beberapa Negara di Eropa Barat sebagai backpacker. Namanya juga perjalanan mancanegara, karena berkaitan dengan urusan kelengkapan dokumen dan biaya yang tidak sedikit, maka semuanya sudah saya persiapkan dengan perencanaan yang sangat matang beberapa bulan sebelumnya, terutama mengenai budget, karena saya membiayai sendiri perjalanan ini dari uang tabungan hasil kerja selama 2 tahun terakhir.

Perjalanan ini bukan hanya perjalanan fisik semata, tapi memenuhi obsesi untuk bisa berwisata tidak hanya melakukan kegiatan standar sebagai turis manis yang sibuk mengambil foto dan mengandalkan program dari biro perjalanan, tetapi saya ingin mempunyai pengalaman yang seru juga mengenal kebudayaan dan berinteraksi dengan orang-orang setempat dan backpacker dari negara –negara lain.

Untuk pengurusan visa saja sudah memakan waktu dan perlu strategi, terutama setelah adanya isu teroris sejak tahun 2003, beberapa Negara yang tergabung dalam Schengen, memperketat persyaratan pengajuan visa. Untuk backpacker yang bermimpi berjalan-jalan ke beberapa Negara di Eropa Barat, dengan dana yang terbatas, harus pandai –pandai membaca ketentuan yang ditetapkan tersebut sehingga permohonan visa kita tidak ditolak. Sebelumnya saya sibuk surfing di Internet untuk mendapatkan data youth hostel yang murah, aman dan aksesnya mudah dicapai tanpa perlu transportasi serta transportasi dan akomodasi di sana. Saya memilih Negara pertama yang akan saya kunjungi Belanda karena pengurusan visa di Kedutaan ini menurut saya prosedurnya tidak ribet dan memakan waktu lama. Setelah diwawancara saat memasukkan pengajuan visa dan persyaratannya, dan menunggu selama 8 hari, akhirnya saya bahagia melihat visa Schengen dari Kerajaan Belanda ada di halaman 7 paspor saya. Puas, karena saya mengurus sendiri permohonan visa tersebut.

Belanda

Tanggal 19 Mei saya berangkat jam 18.45 dari Bandara Cengkareng dengan penerbangan KLM-810 menuju Schipol. Penerbangan ini memakan waktu sekitar 13 jam dengan transit selama 2 jam di Bandara Kuala Lumpur (dibandingkan dengan bandara Sukarno Hatta, walaupun sama-sama Negara di Asia tenggara, tetapi Bandara KL jauh lebih bersih, modern dan nyaman), untunglah dari Kuala Lumpur duduk manis di samping saya seorang laki-laki dari New Zealand yang menjadi teman seperjalanan di pesawat, sehingga sisa waktu 10 jam berikutnya tidak jadi membosankan. Teman seperjalanan saya ini bisa dibilang terbang hampir setengah dunia, bayangkan saja, kalau dihitung – hitung dia harus menempuh perjalanan dari New Zealand ke Dublin, Irlandia selama 24 jam dengan transit di 3 airport ! Dari dia juga saya mendapatkan masukan berharga tentang Bandara Schipol yang super besar dan kota Amsterdam.

Pertama menjejakkan kaki di Schipol Airport setelah urusan imigrasi, saya sempat terbingung-bingung karena teman SD saya yang semula berjanji akan menjemput ternyata tidak muncul karena ada keperluan penting, terpaksa saya harus bertanya pada orang setempat bagaimana untuk mencapai tempat penginapan yang sudah saya pesan melalui website jasa pemesanan hostel internasional. Walaupun semua informasi / papan petunjuk dan nama jalan ditulis dalam bahasa Belanda, tetapi untunglah kita tidak perlu bisa berbahasa Belanda di sini, karena sebagian besar penduduk bisa berbicara dan mengerti bahasa Inggris. Bandara yang bangunannya modern, bersih dan sangat besar ini mempunyai fasilitas yang lengkap. Di Bandara Schipol kita musee du louvreoodbisa mendapatkan informasi tempat-tempat wisata di Belanda dengan pelayanan yang professional dan ramah dan tanpa perlu keluar gedung kita bisa mendapatkan kereta menuju beberapa kota di Belanda.

Dari Schipol saya naik kereta dengan tiket seharga 3,60 euro menuju Amsterdam Centraal selama 30 menit. Di depan Amsterdam Centraal terdapat gedung kecil Amsterdam Tourism & Convention Board, yang lebih dikenal dengan VVV, tempat turis/ traveler mendapatkan informasi lebih lengkap tentang tempat wisata di Amsterdam dan beberapa kota sekitarnya, akomodasi, tempat menginap, transportasi serta tiket wisata dan transportasi. Dengan memasukkan koin 2 euro di mesin, kita bisa mendapatkan peta Amsterdam. Sebenarnya kalau saya cukup pandai membaca peta tersebut, tidak perlu pusing-pusing untuk menemukan Youth Hostel yang saya tuju. Youth Hostel ini bahkan ada di tengah –tengah kota Amsterdam, dan bisa berjalan kaki sekitar 10 menit dari Central station, tapi karena saya belum mahir membaca peta dan kurang kenal kota ini, alhasil saya terpaksa naik metro dan merogoh uang 1,60 euro, mondar mandir di Jalan NZ Voorburgwal, kedinginan di tengah rinrik-rintik hujan dengan temperatur 9 derajat Celcius, serta mampir dulu di kedai kopi (Pie Applenya benar-benar enak dan tidak terlalu mahal, hanya 2 euro) di pojok Jalan NZ Voorburgwal tersebut.

Hari pertama sebenarnya rencana saya seperti layaknya turis yang pergi ke Belanda, adalah berkunjung ke Keukenhof untuk melihat hamparan warna-warni bunga tulip mekar yang terletak tidak jauh dari Delft yang menurut buku-buku panduan wisata Eropa adalah taman terindah di Eropa. Tetapi sayangnya menurut petugas wanita di Gedung Pusat Informasi Wisata Amsterdam Keukenhof sudah tutup tanggal 19 Mei. Untuk menutupi kekecewaan saya, saya memutuskan pergi ke Volendam (kampung nelayan di Belanda). Dengan mengantongi tiket pulang-pergi Ariva-waterland seharga 6 euro yang saya beli di VVV, saya naik bis Ariva nomor 118 yang parkir tidak jauh dari Central Amstermdam

menuju Volendam. Volendam merupakan kota nelayan yang indah dengan penduduk mayoritas beragama Kristen yang taat. Saya sampai di sana sekitar jam 10.00 pagi dan kebanyakan toko-toko / restaurant di sepanjang pantai itu tutup karena penduduk bergegas pergi ke Gereja untuk misa hari Minggu. Di antara toko-toko ini terdapat Studio Foto yang menawarkan turis mengabadikan kunjungan mereka ke Volendam dengan memakai baju tradisional Volendam. Sebenarnya Belanda mempunyai beberapa baju tradisional, tetapi mungkin yang paling terkenal dan menjadi ciri khas Belanda adalah baju daerah Volendam yang oleh pemerintah Belanda setelah baju ini menang pada lomba baju tradisional kemudian dijadikan trade mark belanda. Di depan /di etalase kaca semua studio memajang foto-foto orang terkenal yang pernah berpose di studio mereka, antara lain foto aktor atau olahragawan belanda dan Eropa, dan yang membanggakan, mungkin karena banyak turis asing dari Indonesia yang selalu mengunjungi daerah pinggiran pantai ini, mereka juga memamerkan banyak foto selebritis Indonesia (yang sempat saya ingat Marisa Haque, Tasya, Meli Manuhutu, Tamara Blezinsky, Rima Melati, bahkan ada juga mantan Presiden Gus Dur), kelihatannya cara promosi mereka cukup berhasil mengundang turis asal Indonesia, saat saya sedang berdiri di salah satu Studio foto, saya mendengar seorang wisatawan Indonesia yang berkeras dengan temannya hanya ingin difoto di Studio Gus Dur pernah berpose. Saya hanya senyum-senyum membayangkan mereka harus meneliti dengan seksama foto-foto ukuran 5 R untuk menemukan wajah Gus Dur dalam kemasan pakaian tradisional Volendam.

Sudah jauh ke Volendam rasanya ada yang kurang kalau tidak menyeberang ke Marken, pulau kecil perkampungan nelayan di seberang Volendam. Di depan loket penjualan tiket kapal ferry, dari jarak 5 meter saya sudah mendengar teriakan kakek dalam beberapa bahasa (Inggris, Italia, perancis, Spanyol, Jerman dan tentu saja Belanda) mengajak turis untuk naik ferry ke Marken. Kapal- Kapal Ferry yang menyeberangi kami ke Marken semuanya dimiliki dan dikelola oleh nelayan setempat dan anak-anak mereka. Di marken kita dapat mengunjungi toko-toko souvenir dan restaurant turun temurun yang sudah ada sejak seratus tahun yang lalu. Di sini kita juga bisa mencicipi hasil tangkapan nelayan, berupa ikan tuna, udang, kepiting dan lain-lain dengan harga berkisar 2 – 4 euro per satu porsi kecil.

Dari Marken setelah menelusuri jalan NZ Voorburgwal dari Amsterdam Centraal saya beristirahat sebentar di Dam Square. Beberapa turis remaja yang baru turun dari stasiun sibuk menarik kopernya dengan buku Lonely Planet : Europe di tangan. Di alun-alun ini semua turis menikmati sore hari yang cerah di musim semi beberapa orang sibuk mengambil foto diri dan foto gedung-gedung, Musium dan Gereja di sekitar Dam Square, beberapa orang asik memberi makan ratusan burung merpati dan sebagian lagi melihat aksi senirupawan yang berlagak seperti patung menggunakan baju Nostradamus menunggu orang – orang yang lalu lalang di Dam square memberikan koin 2 atau 5 euro. Mau foto berdampingan dengan Bono vokalis U2 atau Elvys Presley dengan biaya 17,5 euro ? Di salah satu sisi

Dam Square berdiri tegak Museum Madame Tussaud yang sangat terkenal dengan patung lilin para selebritis dunia. Maka setelah berada dalam antrian yang cukup panjang, beberapa menit kemudian saya sibuk mengamati patung-patung para pemimpin dunia, ratu dan raja, dan para pesohor dunia lainnya dari kalangan seni, musik dan olahraga. Patung penyanyi Inggris Robin William George Clooney dan Bono (vokalis Grup Musik U2), Julia Robert, Lady Diana dan Elvys Presley cukup menyedot minat banyak pengunjung untuk berfoto bareng dengan gaya pengunjung yang tak kalah seru. Hanya saja sebelum bisa foto bareng dengan orang-orang terkenal tersebut, kita harus mengalami pengalaman seru.
Sebelum melihat patung-patung berwajah tampan dan cantik itu, di bagian awal terdapat bagian yang memaparkan sejarah berdirinya kota Amsterdam dengan suasana yang buram, gelap dan menakutkan, dan lebih menakutkan lagi ketika tiba-tiba muncul sosok lelaki besar dengan baju penuh bercak darah dan wajah yang menyeramkan mengaum keras sambil dengan tangannya yang berusaha menyentuh pengunjung. Spontan banyak pengunjung yang berteriak ketakutan, termasuk saya sambil berlari secepatnya meninggalkan ruangan tersebut. Rupanya atraksi tersebut adalah upaya pengelola museum untuk memberikan pengalaman yang berbeda kepada para pengunjungnya, selain juga ditunjukkan proses pembuatan patung lilin.

Keluar dari Madame Tussaud masih jam 18.30 dan langit Amsterdam di musim semi masih terang. Saya memutuskan untuk menyusuri jalan sekitar Amsterdam dengan berjalan kaki melalui Universitas Amsterdam terus ke area yang cukup terkenal di Amsterdam, Red Light (nama asli jalan ini adalah Nieuwendijk), semula sih saya ingin mengurungkan niat saya karena aura di sini agak “menakutkan” untuk orang sepolos saya, apalagi saat langkah saya mulai mendekati Red Light District dan melewati beberapa penjaga restaurant atau toko sex berbadan besar dengan jas panjang berpenampilan klimis ditambah makin mencekamkan karena pada saat saya ada di sana ada suara raungan mobil polisi. Wah, saya tadinya mau berbalik badan dan kembali ke tempat menginap melalui Unversitas Amsterdam dan Dam Square, tetapi saya pikir, daripada penasaran, saya tetap cuek ke sana. Cukup miris melewati pemandangan perempuan-perempuan muda dan cantik berpakaian minim yang dipajang di etalase kaca sepanjang gang di Red Light. Di toko –toko yang dikunjungi wisatawan di sekitar kawasan ini selain kaos bertuliskan Amsterdam, pernik-pernik lainnya (tas, topi dll) bertuliskan Amsterdam atau gambar daun ganja juga dijual dan tentunya ganja kering dan cannabis dengan berbagai macam kualitas dibungkus dalam plastic transparan. Bukan hal yang aneh melihat pemadat asik menghirup marijuana dengan bebasnya di jalan, pemerintah Belanda memang memberikan legalitas kepada mereka. What a country ! Selain itu di sini banyak sekali jasa piercing dan pembuatan tattoo.

Keesokan harinya saya memutuskan untuk memenuhi obsesi saya lainnya, menikmati lukisan salah satu pelukis idola saya, penganut aliran impressionisme – lebih tepatnya sih aliran pointilisme—van Gogh. Saya ingat betul saya begitu kagum dengan lukisan pelukis yang bernama lengkap Vincent van Gogh, ketika pertama kali saya mengenalnya dari pelajaran Seni Rupa di bangku SMP. Karena letaknya cukup jauh dari Dam Square, saya harus naik Metro untuk ke

sana . Ternyata benar juga saran pegawai di Pusat Informasi Pariwisata kemarin, jauh lebih baik kalau saya sudah membeli tiket masuk di sana sehingga tidak perlu menunggu dalam antrian yang sangat panjang di depan Museum Van Gogh. Saya berada dalam antrian pengunjung dengan tiket masuk yang tidak terlalu panjang, sedangkan di sisi saya antrian untuk mereka yang membeli tiket masuk di Musium. Tepat jam 10 pintu masuk museum dibuka, para penjaga keamanan dengan seragam warna hijau mencolok dan petugas berseragam jas hitam di dalam museum sudah siap siaga dengan handi talkienya. Penjagaan keamanan di museum ini sangat ketat, setelah melewati pemeriksaan di pintu masuk, tas atau jaket harus dititipkan di tempat penitipan yang dijaga remaja-remaja setempat, untuk mengabadikan lukisan-lukisan Van Gogh pun dilarang keras, kalau tidak petugas berseragam jas hitam akan menegur kita.

Saya kagum dengan Vincent van Gogh Foundation yang mengelola museum ini dengan professional, termasuk pula penyajian koleksi lukisan yang sangat menarik. Hal ini mungkin terjadi karena mereka juga bekerja sama dengan sebuah Bank besar di Belanda untuk mendanai program mereka. Seandainya pemerintah Indonesia bisa melakukan hal yang sama, menarik minat wisatawan dan penduduk Indonesia untuk mengunjungi museum…

Pengelola memamerkan lukisan dalam beberapa dekade kehidupan Van Gogh, dengan menampilkan tulisan rentetan kehidupan Van Gogh sejak ia kecil, sekolah di Seminari hingga ia beralih memulai karirnya sebagai pelukis dengan bekerja sebagai pemula di beberapa kantor di Belgia dan Perancis. Ingin mengetahui perjalanan hidup dan karya-karya Van Gogh? Ada satu ruangan khusus yang berisi banyak buku, dan juga kalau kita lelah berkeliling gedung dan menaiki anak tangga gedung yang berlantai 4 ini, kita bisa melihat koleksi museum di Komputer yang disediakan di ruangan ini. Di ruangan ini pula kita diajarkan cara membuat lukisan seperti yang dilakukan Van Gogh, misalnya dijelaskan bagaimana dan bahan untuk membuat dasar kanvas sebelum memulai membuat lukisan, perbedaan lukisan Van Gogh dengan lukisan pelukis aliran Pointilisme di era yang sama dengannya. Keluar dari pintu keluar, terdapat toko souvenir yang menjual post card, buku, pembatas buku dan bahkan poster berukuran besar reproduksi lukisan Van Gogh.

Brussel, Belgia

Keesokan harinya saya putuskan untuk melanglang ke Negara tetangga, Brussel, Belgia. Brusel merupakan kota yang tidak terlalu besar. Sebagian besar penduduknya berkomunikasi dalam bahasa Belanda dan Perancis, jadi saya harus membawa kamus saku Perancis saya kemana pun saya pergi. Setelah sebelumnya memesan kamar di Centre Vincent Van Gogh (Youth Hostel) yang terletak di Rue Traversiere 8 di http://www.hostelworld.com, maka saya naik kereta dari Amsterdam Central ke Brussel Midi dengan harga tiket sebesar 33,4 euro. Hostel yang dikhususkan anak-anak muda di bawah usia 35 tahun ini dulunya adalah semacam apartemen dimana Van Gogh pernah tinggal, terletak tidak jauh dari Le Botanique jardin (Taman Botanique). Hostel yang merupakan gedung tua ini, dikelola oleh anak-anak muda sehingga jelas sekali atmosfir remajanya. Di Lobby semua backpacker dari berbagai negara bisa saling berkenalan dan berbicara tentang perjalanan mereka, minum bir atau minuman lainnya, surfing internet, atau bermain bilyard di tengah ruangan yang hidup dengan musik rock yang menggema memenuhi ruangan yang tidak terlalu luas. Lobby ini semakin ramai setelah jam 6 sore, karena saat itulah kafe dibuka.

Tidak banyak obyek wisata yang bisa dikunjungi di Brussel. Hari pertama saya berjalan kaki menuju Le Botanique Jardin, Grand Place , dan Museum Komik Smurf. Le Botanique merupakan taman kota dihiasi tanaman-tanaman hias berwarna-warni dan kolam air serta patung-patung perunggu yang sudah ada di situ sejak abad pertengahan. Saat itu saya melihat sekelompok anak kecil laki-laki yang asik berteriak bermain bola, pasangan muda mudi yang memadu kasih, turis yang sedang bergaya di depan kamera dan pejalan kaki yang lebih senang melewati taman ini ketimbang harus melewati trotoar. Dari taman kota saya melanjutkan jalan-jalan siang ke Grand Place, melewati Mall Super City dan beberapa gedung kota yang bergaya Baroque. Sebelum sampai di Grand Place, saya melewati gang yang penuh kafe dan restaurant Yunani, Italia dan Maroko. Pelayan-pelayan restaurant yang berwajah rupawan dengan pakaian putih bersih atau berjas memanggil para pejalan kaki untuk mampir ke restaurant mereka. Hanya saja perut saya sudah saya isi dengan kebab yang saya beli di kedai kecil milik orang Turki di dekat Mall. Grand Place sebenarnya tak terlalu berbeda dengan Dam Square , di sini orang-orang berkumpul baik penduduk setempat dan turis mengagumi gedung-gedung tua dengan arsitekturnya yang indah.

Kalau Perancis mempunyai Menara Eiffel, Italia terkenal dengan Menara Pisa, maka Belgia mempunyai Atomium. Maka pada hari kedua sebelum saya meninggalkan Brussel, saya memutuskan untuk pergi ke land mark Belgia ini. Karena letaknya cukup jauh dari Hostel tempat saya menginap, saya harus naik Metro Line 1 A yang berhenti di Stasiun Bis Heysel. Dibandingkan dengan dua menara yang saya sebutkan tadi, Bangunan Atomium ini relative masih sangat muda, karena baru dibangun tahun 1958 dan direnovasi tahun 2003 dan tidak terlalu tinggi, dengan ketinggian dari permukaan tanah hingga bola tertinggi mencapai 102 meter.. Sesuai dengan namanya, Atomium merupakan 9 bola logam raksasa berdiameter 18 meter yang masing-masing dihubungkan / disangga dengan logam. Tiap – tiap bola mempunyai fungsi tertentu, misalnya pada bola perama selain tempat pengunjung membeli tiket masuk juga merupakan tempat pertunjukkan permanen, pada saatitu dipamerkan mobil-mobil munggil dengan berbagai warna cerah seperti permen. Pengunjung bisa mencapai bola tertinggi melalui lift setelah membeli tiket masuk seharga 7 euro. Di bola tertinggi ini kita bisa melihat pemandangan di bawah melalui layar yang mirip computer, atau kalau ingin suasana romantis sambil mencicipi makanan khas Belgia, bisa mampir di lantai teratas bola ini di “Restaurant Panorama”. Mau mengunjungi dan mengenal lebih dekat Eropa dalam hitungan menit ? Tidak jauh dari Atomium terdapat obyek wisata lainnya yang tidak kalah menarik, Miniatur Eropa. Di sini kita bisa mengenal negara-negara di Eropa melalui miniatur landmark masing-masing negara. Sayangnya saya harus merogoh dompet lagi untuk bisa melihat Eropa mini tersebut.

5 komponen dasar panjat tebing

5 Komponen Dasar Panjat Tebing

Seperti halnya jenis olah raga lain, Panjat Tebing memerlukan tingkat fisik dan mental yang baik. Satu hal yang mungkin perlu diingat yaitu bahwa dari satu sisi panjat tebing terlihat sebagai satu olah raga yang bersifat mental, karena untuk menyelesaikan satu rute/problem kamu harus membuat strategi penyelesaian masalah (problem solving) dengan kombinasi tehnik yang baik. Disisi lain karena posisi pemanjat yang menggantung dan arah gerak/posisi tubuh yang berlawanan dengan daya gravitasi mereka perlu otot yang enggak lembek, yang ini lebih bersifat fisik.

Saya mengkategorikan komponen dasar ini kedalam dua aspek:
1. Komponen Fisik
2. Komponen Non Fisik

Yang termasuk kedalam komponen fisik yaitu:

Kekuatan
Jangan menganggap bahwa kekuatan yang dimaksud disini yaitu sekedar kekuatan tangan. Pemanjat enggak manjat cuma dengan tanggannya mereka pake kaki, pake badan dan yang penting lagi mereka juga pake otak bo. Kekuatan ini cakupannya menyeluruh termasuk kekuatan tangan dan kaki (limp strength) dan kekuatan tubuh (core strength) yaitu perut, dada, punggung dan pinggang. Kekuatan ini sangatlah diperlukan ketika kamu mulai beranjak ke tingkat mahir yang biasa dimulai dengan pemanjatan dengan kesulitan rute 5.11 keatas.

Daya Tahan
Daya tahan artinya kemampuan kamu untuk memanjat rute yang panjang tanpa terlalu banyak berhenti/ istirahat. Tentunya ini sangat mendominasi para pemanjat multi pitch. Training untuk ini jarang sekali dilakukan pada rute dengan kesulitan tingkat tinggi karena jika demikian maka akan cenderung ke training kekuatan dan bukannya daya tahan. Cukup dimulai dengan rute mudah dan terus dilanjutkan ke rute-rute yang tidak terlalu sulit untuk sekitar 15 menit sampe 45 menit (pemula) tanpa diselingi istirahat.

Kelenturan
Meskipun wanita pada umumnya tidak sekuat pria, biasanya mereka lebih menonjol dalam bidang ini. Kelenturan bisa sangat menentukan apakah seseorang pemanjat dapat menyelesaikan satu rute tertentu atau tidak, karena itu janganlah disepelekan. Selalu lakukan pemanasan kemudian melenturkan tubuh (stretching) sebelum kamu memanjat. Kombinasi kelenturan dan kekuatan akan menjadikan alur gerak (fluidity) si pemanjat tampak indah, mudah (padahal sebetulnya sulit) dan mengesankan.

Sedangkan komponen non fisik yaitu:

Mental dan Sikap
Yang dua ini harus selalu positif. Keadaan mental kamu akan menjelma menjadi sikap yang mempengaruhi berhasil atau tidaknya suatu pemanjatan. Alasan-alasan seperti aku kayaknya enggak bisa, aku udah cape, rutenya bukan tipeku, rutenya untuk pemanjat yang badannya tinggi/ pendek dll merupakan contoh ketidak siapan mental. Hadapi semua rute/ problem dengan ucapan ” Saya akan coba sebaik mungkin!” Kalo kamu jatoh/ gagal coba lagi dan coba lagi, disinilah proses belajar memanjat tebing menuju kesempurnaan sampai kamu akhirnya berhasil menyelesaikan rute tsb tanpa jatuh.

Tehnik
Tehnik ini jangkauannya umum, bisa termasuk gabungan dari komponen fisik diatas. Namun kalo kita bicara tehnik biasanya enggak secara langsung berhubungan dengan otot karena itu saya kategorikan komponen ini ke non fisik. Tehnik ini didapat dari proses belajar yang enggak sebentar, makanya untuk belajar tehnik dengan cepat dan baik belajarlah langsung dari pemanjat pro yang sudah berpengalaman. Mereka biasanya bisa langsung menunjukan kelemahan dan kekurangan pemanjatan kamu. Kadang untuk belajar tehnik ini kamu harus melakukan gerakan-gerakan yang sama secara terus menerus sampai tubuh kamu hafal betul untuk mengeksekusi gerak tsb (biasa disebut engram: daya ingat tubuh dalam melakukan gerakan/posisi tertentu). Tehnik cakupannya luas termasuk keseimbangan dan perpindahan berat badan, posisi, pernafasan, gerak dinamik dan statik dll.

Selamat berlatih!

Susu

Susu


Susu adalah sebuah biasanya berarti cairan bergizi yang dihasilkan oleh kelenjar susu dari mamalia betina. Susu adalah sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu binatang (biasanya sapi) juga diolah menjadi berbagai produk seperti mentega, yoghurt, es krim, keju, susu kental manis, susu bubuk dan lain-lainnya untuk konsumsi manusia. Semua orang di dunia ini membutuhkan susu untuk menopang kehidupannya. Baik dari bayi sampai orang yang sudah lanjut usia.

Dewasa ini, susu memiliki banyak fungsi dan manfaat. Untuk umur produktif, susu membantu pertumbuhan mereka.Sedangkan untuk orang lanjut usia, susu membantu menopang tulang agar tidak keropos. Susu mengandung banyak vitamin dan protein. Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan minum susu. Sekarang banyak susu yang dikemas dalam bentuk yang unik.Tujuan dari ini agar orang tertarik untuk membeli dan minum susu. Ada juga susu yang berbentuk fermentasi.



Sejarah Susu

Pada zaman dahulu, susu telah dipakai sebagai bahan pokok pangan manusia. Manusia mengambil susu dari hewan yang memiliki kelenjar susu, seperti Sapi dan Domba. Sapi dan domba mulai dijinakkan sejak 8000 SM untuk diambil daging, bulu dan susunya. Di Timur Tengah, susu bahkan terfermentasi menjadi keju oleh para pengembara gurun di sana. Diperkirakan susu mulai masuk ke dataran Eropa pada abad 5000 SM melewati daerah Anatolia. Sementara, susu mulai masuk ke Inggris pada periode Neolitik.

Penggunaan keju dan susu dari Timur Tengah lewat Turki mulai dikenal oleh bangsa Eropa pada zaman Pertengahan. Kemudian, pada abad ke-15, para pelaut mulai membawa sapi perah untuk dipelihara dan diternakkan di dataran Eropa untuk konsumsi susu. Susu sapi sendiri baru dikenal oleh bangsa Indonesia lewat penjajahan Hindia Belanda pada abad ke 18.


Jenis Konsumsi

Ada dua jenis konsumsi susu, yaitu untuk nutrisi hewan mamalia melalui ASI dan sebagai kebutuhan gizi untuk manusia

Nutrisi hewan mamalia

Sebagian besar hewan mamalia, termasuk manusia, susu diberikan oleh induk melalui kelenjar susu induk. Beberapa kebudayaan meneruskan kebiasaan memberi air susu kepada bayi nya hingga umurnya mencapai 7 tahun.[1]

Gizi untuk manusia

Di beberapa bangsa, terutama bangsa Eropa, meminum susu telah menjadi kebiasaan yang lumrah dilakukan setiap sarapan. Susu terus diproduksi dengan cara mendirikan peternakan sapi perah. Pada zaman ini, susu tidak hanya diminum, melainkan diubah bentuknya menjadi margarin, yogurt bahkan es krim. Susu pun terus dikembangkan seiring dengan kemajuan zaman. Di Eropa, industri susu sangat maju dalam hal teknologi dan kualitas susu itu sendiri. Susu-susu yang diproduksi di Eropa, rata-rata mengandung kandungan gizi yang tinggi. Ini sangat baik bagi kesehatan dan pertumbuhan kita. Hal ini yang menyebabkan, tinggi rata-rata orang Eropa jauh dari tinggi rata-rata orang Asia.Susu mengandung banyak sekali kalsium yang dapat menguatkan tulang.


Sumber susu

Susu tidak hanya dari sapi, tapi juga dari beberapa hewan mamalia lainnya. Diantaranya:

Di Rusia dan daerah Laplandia, sejenis peternakan rusa perah dibuat untuk logistik susu di beberapa daerah di lingkar kutub utara[2] . Susu kuda dan keledai mengandungi lemak sekitar 50% lebih rendah dari susu sapi.[3] Susu paus mengandung kandungan lemak terbesar, yaitu 50% dari kadar susu tersebut. Namun, susu paus tidak dikonsumsi oleh manusia.

Kamis, 12 November 2009

Oksigen

Oksigen atau zat asam adalah unsur kimia dalam sistem tabel periodik yang mempunyai lambang O dan nomor atom 8. Ia merupakan unsur golongan kalkogen dan dapat dengan mudah bereaksi dengan hampir semua unsur lainnya (utamanya menjadi oksida). Pada Temperatur dan tekanan standar, dua atom unsur ini berikatan menjadi dioksigen, yaitu senyawa gas diatomik dengan rumus O2 yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau. Oksigen merupakan unsur paling melimpah ketiga di alam semesta berdasarkan massa[1] dan unsur paling melimpah di kerak Bumi.[2] Gas oksigen diatomik mengisi 20,9% volume atmosfer bumi..[3]

Semua kelompok molekul struktural yang terdapat pada organisme hidup, seperti protein, karbohidrat, dan lemak, mengandung oksigen. Demikian pula senyawa anorganik yang terdapat pada cangkang, gigi, dan tulang hewan. Oksigen dalam bentuk O2 dihasilkan dari air oleh sianobakteri, ganggang, dan tumbuhan selama fotosintesis, dan digunakan pada respirasi sel oleh hampir semua makhluk hidup. Oksigen beracun bagi organisme anaerob, yang merupakan bentuk kehidupan paling dominan pada masa-masa awal evolusi kehidupan. O2 kemudian mulai berakumulasi pada atomsfer sekitar 2,5 milyar tahun yang lalu.[4] Terdapat pula alotrop oksigen lainnya, yaitu ozon (O3). Lapisan ozon pada atomsfer membantu melindungi biosfer dari radiasi ultraviolet, namun pada permukaan bumi ia adalah polutan yang merupakan produk samping dari asbut.

Oksigen secara terpisah ditemukan oleh Carl Wilhelm Scheele di Uppsala pada tahun 1773 dan Joseph Priestley di Wiltshire pada tahun 1774. Temuan Priestley lebih terkenal oleh karena publikasinya merupakan yang pertama kali dicetak. Istilah oxygen diciptakan oleh Antoine Lavoisier pada tahun 1777,[5] yang eksperimennya dengan oksigen berhasil meruntuhkan teori flogiston pembakaran dan korosi yang terkenal. Oksigen secara industri dihasilkan dengan distilasi bertingkat udara cair, dengan munggunakan zeolit untuk memisahkan karbon dioksida dan nitrogen dari udara, ataupun elektrolisis air, dll. Oksigen digunakan dalam produksi baja, plastik, dan tekstil, ia juga digunakan sebagai propelan roket, untuk terapi oksigen, dan sebagai penyokong kehidupan pada pesawat terbang, kapal selam, penerbangan luar angkasa, dan penyelaman.


Karakteristik


Struktur

Pada temperatur dan tekanan standar, oksigen berupa gas tak berwarna dan tak berasa dengan rumus kimia O2, di mana dua atom oksigen secara kimiawi berikatan dengan konfigurasi elektron triplet spin. Ikatan ini memiliki orde ikatan dua dan sering dijelaskan secara sederhana sebagai ikatan ganda[6] ataupun sebagai kombinasi satu ikatan dua elektron dengan dua ikatan tiga elektron.[7]

Oksigen triplet merupakan keadaan dasar molekul O2.[8] Konfigurasi elektron molekul ini memiliki dua elektron tak berpasangan yang menduduki dua orbital molekul yang berdegenerasi.[9] Kedua orbital ini dikelompokkan sebagai antiikat (melemahkan orde ikatan dari tiga menjadi dua), sehingga ikatan oksigen diatomik adalah lebih lemah daripada ikatan rangkap tiga nitrogen.[8]

Dalam bentuk triplet yang normal, molekul O2 bersifat paramagnetik oleh karena spin momen magnetik elektron tak berpasangan molekul tersebut dan energi pertukaran negatif antara molekul O2 yang bersebelahan. Oksigen cair akan tertarik kepada magnet, sedemikiannya pada percobaan laboratorium, jembatan oksigen cair akan terbentuk di antara dua kutub magnet kuat.[10][11]

Oksigen singlet, adalah nama molekul oksigen O2 yang kesemuaan spin elektronnya berpasangan. Ia lebih reaktif terhadap molekul organik pada umumnya. Secara alami, oksigen singlet umumnya dihasilkan dari air selama fotosintesis.[12] Ia juga dihasilkan di troposfer melalui fotolisis ozon oleh sinar berpanjang gelombang pendek,[13] dan oleh sistem kekebalan tubuh sebagai sumber oksigen aktif.[14] Karotenoid pada organisme yang berfotosintesis (kemungkinan juga ada pada hewan) memainkan peran yang penting dalam menyerap oksigen singlet dan mengubahnya menjadi berkeadaan dasar tak tereksitasi sebelum ia menyebabkan kerusakan pada jaringan.



Alotrop


Alotrop oksigen elementer yang umumnya ditemukan di bumi adalah dioksigen O2. Ia memiliki panjang ikat 121 pm dan energi ikat 498 kJ·mol-1.[16] Altrop oksigen ini digunakan oleh makhluk hidup dalam respirasi sel dan merupakan komponen utama atmosfer bumi.

Trioksigen (O3), dikenal sebagai ozon, merupakan alotrop oksigen yang sangat reaktif dan dapat merusak jaringan paru-paru.[17] Ozon diproduksi di atmosfer bumi ketika O2 bergabung dengan oksigen atomik yang dihasilkan dari pemisahan O2 oleh radiasi ultraviolet (UV).[5] Oleh karena ozon menyerap gelombang UV dengan sangat kuat, lapisan ozon yang berada di atmosfer berfungsi sebagai perisai radiasi yang melindungi planet.[5] Namun, dekat permukaan bumi, ozon merupakan polutan udara yang dibentuk dari produk sampingan pembakaran otomobil.[18]

Molekul metastabil tetraoksigen (O4) ditemukan pada tahun 2001,[19][20] dan diasumsikan terdapat pada salah satu enam fase oksigen padat. Hal ini dibuktikan pada tahun 2006, dengan menekan O2 sampai dengan 20 GPa, dan ditemukan struktur gerombol rombohedral O8.[21] Gerombol ini berpotensi sebagai oksidator yang lebih kuat daripada O2 maupun O3, dan dapat digunakan dalam bahan bakar roket.[19][20] Fase logam oksigen ditemukan pada tahun 1990 ketika oksigen padat ditekan sampai di atas 96 GPa[22]. Ditemukan pula pada tahun 1998 bahwa pada suhu yang sangat rendah, fase ini menjadi superkonduktor.

Sifat fisik

Warna oksigen cair adalah biru seperti warna biru langit. Fenomena ini tidak berkaitan; warna biru langit disebabkan oleh penyebaran Rayleigh.

Oksigen lebih larut dalam air daripada nitrogen. Air mengandung sekitar satu molekul O2 untuk setiap dua molekul N2, bandingkan dengan rasio atmosferik yang sekitar 1:4. Kelarutan oksigen dalam air bergantung pada suhu. Pada suhu 0 °C, konsentrasi oksigen dalam air adalah 14,6 mg·L−1, manakala pada suhu 20 °C oksigen yang larut adalah sekitar 7,6 mg·L−1.[24][25] Pada suhu 25 °C dan 1 atm udara, air tawar mengandung 6,04 mililiter (mL) oksigen per liter, manakala dalam air laut mengandung sekitar 4,95 mL per liter.[26] Pada suhu 5 °C, kelarutannya bertambah menjadi 9,0 mL (50% lebih banyak daripada 25 °C) per liter untuk air murni dan 7,2 mL (45% lebih) per liter untuk air laut.

Oksigen mengembun pada 90,20 K (−182,95 °C, −297,31 °F), dan membeku pada 54.36 K (−218,79 °C, −361,82 °F).[27] Baik oksigen cair dan oksigen padat berwarna biru langit. Hal ini dikarenakan oleh penyerapan warna merah. Oksigen cair dengan kadar kemurnian yang tinggi biasanya didapatkan dengan distilasi bertingkat udara cair;[28] Oksigen cair juga dapat dihasilkan dari pengembunan udara, menggunakan nitrogen cair dengan pendingin. Oksigen merupakan zat yang sangat reaktif dan harus dipisahkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar



Isotop


Oksigen yang dapat ditemukan secara alami adalah 16O, 17O, dan 18O, dengan 16O merupakan yang paling melimpah (99,762%).[30] Isotop oksigen dapat berkisar dari yang bernomor massa 12 sampai dengan 28.[30]

Kebanyakan 16O di disintesis pada akhir proses fusi helium pada bintang, namun ada juga beberapa yang dihasilkan pada proses pembakaran neon.[31] 17O utamanya dihasilkan dari pembakaran hidrogen menjadi helium semasa siklus CNO, membuatnya menjadi isotop yang paling umum pada zona pembakaran hidrogen bintang.[31] Kebanyakan 18O diproduksi ketika 14N (berasal dari pembakaran CNO) menangkap inti 4He, menjadikannya bentuk isotop yang paling umum di zona kaya helium bintang.[31]

Empat belas radioisotop telah berhasil dikarakterisasi, yang paling stabil adalah 15O dengan umur paruh 122,24 detik dan 14O dengan umur paruh 70,606 detik.[30] Isotop radioaktif sisanya memiliki umur paruh yang lebih pendek daripada 27 detik, dan mayoritas memiliki umur paruh kurang dari 83 milidetik.[30] Modus peluruhan yang paling umum untuk isotop yang lebih ringan dari 16O adalah penangkapan elektron, menghasilkan nitrogen, sedangkan modus peluruhan yang paling umum untuk isotop yang lebih berat daripada 18O adalah peluruhan beta, menghasilkan fluorin

Keberadaan

Menurut massanya, oksigen merupakan unsur kimia paling melimpah di biosfer, udara, laut, dan tanah bumi. Oksigen merupakan unsur kimia paling melimpah ketiga di alam semesta, setelah hidrogen dan helium.[1] Sekitar 0,9% massa Matahari adalah oksigen.[3] Oksigen mengisi sekitar 49,2% massa kerak bumi[2] dan merupakan komponen utama dalam samudera (88,8% berdasarkan massa).[3] Gas oksigen merupakan komponen paling umum kedua dalam atmosfer bumi, menduduki 21,0% volume dan 23,1% massa (sekitar 1015 ton) atmosfer.[32][3][33] Bumi memiliki ketidaklaziman pada atmosfernya dibandingkan planet-planet lainnya dalam sistem tata surya karena ia memiliki konsentrasi gas oksigen yang tinggi di atmosfernya. Bandingkan dengan Mars yang hanya memiliki 0,1% O2 berdasarkan volume dan Venus yang bahkan memiliki kadar konsentrasi yang lebih rendah. Namun, O2 yang berada di planet-planet selain bumi hanya dihasilkan dari radiasi ultraviolet yang menimpa molekul-molekul beratom oksigen, misalnya karbon dioksida.

Air dingin melarutkan lebih banyak O2.

Konsentrasi gas oksigen di Bumi yang tidak lazim ini merupakan akibat dari siklus oksigen. Siklus biogeokimia ini menjelaskan pergerakan oksigen di dalam dan di antara tiga reservoir utama bumi: atmosfer, biosfer, dan litosfer. Faktor utama yang mendorong siklus oksigen ini adalah fotosintesis. Fotosintesis melepaskan oksigen ke atmosfer, manakala respirasi dan proses pembusukan menghilangkannya dari atmosfer. Dalam keadaan kesetimbangan, laju produksi dan konsumsi oksigen adalah sekitar 1/2000 keseluruhan oksigen yang ada di atmosfer setiap tahunnya.

Oksigen bebas juga terdapat dalam air sebagai larutan. Peningkatan kelarutan O2 pada temperatur yang rendah memiliki implikasi yang besar pada kehidupan laut. Lautan di sekitar kutub bumi dapat menyokong kehidupan laut yang lebih banyak oleh karena kandungan oksigen yang lebih tinggi.[34] Air yang terkena polusi dapat mengurangi jumlah O2 dalam air tersebut. Para ilmuwan menaksir kualitas air dengan mengukur kebutuhan oksigen biologis atau jumlah O2 yang diperlukan untuk mengembalikan konsentrasi oksigen dalam air itu seperti semula



Peranan biologis

Fotosintesis dan respirasi

Fotosintesis menghasilkan O2

Di alam, oksigen bebas dihasilkan dari fotolisis air selama fotosintesis oksigenik. Ganggang hijau dan sianobakteri di lingkungan lautan menghasilkan sekitar 70% oksigen bebas yang dihasilkan di bumi, sedangkan sisanya dihasilkan oleh tumbuhan daratan.[36]

Persamaan kimia yang sederhana untuk fotosintesis adalah:[37]

6CO2 + 6H2O + foton → C6H12O6 + 6O2

Evolusi oksigen fotolitik terjadi di membran tilakoid organisme dan memerlukan energi empat foton.[38] Terdapat banyak langkah proses yang terlibat, namun hasilnya merupakan pembentukan gradien proton di seluruh permukaan tilakod. Ini digunakan untuk mensintesis ATP via fotofosforilasi.[39] O2 yang dihasilkan sebagai produk sampingan kemudian dilepaskan ke atmosfer.[40]

Dioksigen molekuler, O2, sangatlah penting untuk respirasi sel organisme aerob. Oksigen digunakan di mitokondria untuk membantu menghasilkan adenosina trifosfat (ATP) selama fosforilasi oksidatif. Reaksi respirasi aerob ini secara garis besar merupakan kebalikan dari fotosintesis, secara sederhana:

C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 + 6H2O + 2880 kJ·mol-1

Pada vetebrata, O2 berdifusi melalui membran paru-paru dan dibawa oleh sel darah merah. Hemoglobin mengikat O2, mengubah warnanya dari merah kebiruan menjadi merah cerah..[41][17] Terdapat pula hewan lainnya yang menggunakan hemosianin (hewan moluska dan beberapa antropoda) ataupun hemeritrin (laba-laba dan lobster).[32] Satu liter darah dapat melarutkan 200 cc O2.[32]

Spesi oksigen yang reaktif, misalnya ion superoksida (O2−) dan hidrogen peroksida (H2O2), adalah produk sampingan penggunaan oksigen dalam tubuh organisme.[32] Namun, bagian sistem kekebalan organisme tingkat tinggi pula menghasilkan peroksida, superoksida, dan oksigen singlet untuk menghancurkan mikroba. Spesi oksigen reaktif juga memainkan peran yang penting pada respon hipersensitif tumbuhan melawan serangan patogen.[39]

Dalam keadaan istirahai, manusia dewasa menghirup 1,8 sampai 2,4 gram oksigen per menit.[42] Jumlah ini setara dengan 6 milyar ton oksigen yang dihirup oleh seluruh manusia per tahun.


Penumpukan oksigen di atmosfer

Peningkatan kadar O2 di atmosfer bumi: 1) tiada O2 yang dihasilkan; 2) O2 dihasilkan, namun diserap samudera dan batuan dasar laut; 3) O2 mulai melepaskan diri dari samuder, namun diserap oleh permukaan tanah dan pembentukan lapisan ozon; 4-5) gas O2 mulai berakumulasi

Gas oksigen bebas hampir tidak terdapat pada atmosfer bumi sebelum munculnya arkaea dan bakteri fotosintetik. Oksigen bebas pertama kali muncul dalam kadar yang signifikan semasa masa Paleoproterozoikum (antara 2,5 sampai dengan 1,6 milyar tahun yang lalu). Pertama-tama, oksigen bersamaan dengan besi yang larut dalam samudera, membentuk formasi pita besi (Banded iron formation). Oksigen mulai melepaskan diri dari samudera 2,7 milyar tahun lalu, dan mencapai 10% kadar sekarang sekitar 1,7 milyar tahun lalu.[44]

Keberadaan oksigen dalam jumlah besar di atmosfer dan samudera kemungkinan membuat kebanyakan organisme anaerob hampir punah semasa bencana oksigen sekitar 2,4 milyar tahun yang lalu. Namun, respirasi sel yang menggunakan O2 mengijinkan organisme aerob untuk memproduksi lebih banyak ATP daripada organisme anaerob, sehingga organisme aerob mendominasi biosfer bumi.[45] Fotosintesis dan respirasi seluler O2 mengijinkan berevolusinya sel eukariota dan akhirnya berevolusi menjadi organisme multisel seperti tumbuhan dan hewan.

Sejak permulaan era Kambrium 540 juta tahun yang lalu, kadar O2 berfluktuasi antara 15% sampai 30% berdasarkan volume.[46] Pada akhir masa Karbon, kadar O2 atmosfer mencapai maksimum dengan 35% berdasarkan volume,[46] mengijinkan serangga dan amfibi tumbuh lebih besar daripada ukuran sekarang. Aktivitas manusia, meliputi pembakaran 7 milyar ton bahan bakar fosil per tahun hanya memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap penurunan kadar oksigen di atmosfer. Dengan laju fotosintesis sekarang ini, diperlukan sekitar 2.000 tahun untuk memproduksi ulang seluruh O2 yang ada di atmosfer sekarang.


Sejarah

Percobaan awal

Percobaan Philo yang menginspirasi para peneliti selanjutnya

Salah satu percobaan pertama yang menginvestigasi hubungan antara pembakaran dengan udara dilakukan oleh seorang penulis Yunani abad ke-2, Philo dari Bizantium. Dalam karyanya Pneumatica, Philo mengamati bahwa dengan membalikkan labu yang di dalamnnya terdapat lilin yang menyala dan kemudian menutup leher labu dengan air akan mengakibatkan permukaan air yang terdapat dalam leher labu tersebut meningkat.[48] Philo menyimpulkan bahwa sebagian udara dalam labu tersebut diubah menjadi unsur api, sehingga dapat melepaskan diri dari labu melalui pori-pori kaca. Beberapa abad kemudian, Leonardo da Vinci merancang eksperimen yang sama dan mengamati bahwa udara dikonsumsi selama pembakaran dan respirasi.[49]

Pada akhir abad ke-17, Robert Boyle membuktikan bahwa udara diperlukan dalam proses pembakaran. Kimiawan Inggris, John Mayow, melengkapi hasil kerja Boyle dengan menunjukkan bahwa hanya sebagian komponen udara yang ia sebut sebagai spiritus nitroaereus atau nitroaereus yang diperlukan dalam pembakaran.[50] Pada satu eksperimen, ia menemukan bahwa dengan memasukkan seekor tikus ataupun sebatang lilin ke dalam wadah penampung yang tertutup oleh permukaan air akan mengakibatkan permukaan air tersebut naik dan menggantikan seperempatbelas volume udara yang hilang.[51] Dari percobaan ini, ia menyimpulkan bahwa nitroaereus digunakan dalam proses respirasi dan pembakaran.

Mayow mengamati bahwa berat antimon akan meningkat ketika dipanaskan. Ia menyimpulkan bahwa nitroaereus haruslah telah bergabung dengan antimon.[50] Ia juga mengira bahwa paru-para memisahkan nitroaereus dari udara dan menghantarkannya ke dalam darah, dan panas tubuh hewan serta pergerakan otot akan mengakibatkan reaksi nitroaereus dengan zat-zat tertentu dalam tubuh.[50] Laporan seperti ini dan pemikiran-pemikiran serta percobaan-percobaan lainnya dipublikasikan pada tahun 1668 dalam karyanya Tractatus duo pada bagian "De respiratione"


Teori flogiston


Dalam percobaan Robert Hooke, Ole Borch, Mikhail Lomonosov, dan Pierre Bayen, percobaan mereka semuanya menghasilkan oksigen, namun tiada satupun dari mereka yang mengenalinya sebagai unsur.[24] Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh prevalensi filosofi pembakaran dan korosi yang dikenal sebagai teori flogiston.

Teori flogiston dikemukakan oleh alkimiawan Jerman, J. J. Becher pada tahun 1667, dan dimodifikasi oleh kimiawan Georg Ernst Stahl pada tahun 1731.[52] Teori flogiston menyatakan bahwa semua bahan yang dapat terbakar terbuat dari dua bagian komponen. Salah satunya adalah flogiston, yang dilepaskan ketika bahan tersebut dibakar, sedangkan bagian yang tersisa setelah terbakar merupakan bentuk asli materi tersebut.[49]

Bahan-bahan yang terbakar dengan hebat dan meninggalkan sedikit residu (misalnya kayu dan batu bara), dianggap memiliki kadar flogiston yang sangat tinggi, sedangkan bahan-bahan yang tidak mudah terbakar dan berkorosi (misalnya besi), mengandung sangat sedikit flogiston. Udara tidak memiliki peranan dalam teori flogiston. Tiada eksperimen kuantitatif yang pernah dilakukan untuk menguji keabsahan teori flogiston ini, melainkan teori ini hanya didasarkan pada pengamatan bahwa ketika sesuatu terbakar, kebanyakan objek tampaknya menjadi lebih ringan dan sepertinya kehilangan sesuatu selama proses pembakaran tersebut.[49] Fakta bahwa materi seperti kayu sebenarnya bertambah berat dalam proses pembakaran tertutup oleh gaya apung yang dimiliki oleh produk pembakaran yang berupa gas tersebut. Sebenarnya pun, fakta bahwa logam akan bertambah berat ketika berkarat menjadi petunjuk awal bahwa teori flogiston tidaklah benar (yang mana menurut teori flogiston, logam tersebut akan menjadi lebih ringan)

Penemuan

Oksigen pertama kali ditemukan oleh seorang ahli obat Carl Wilhelm Scheele. Ia menghasilkan gas oksigen dengan mamanaskan raksa oksida dan berbagai nitrat sekitar tahun 1772.[49][3] Scheele menyebut gas ini 'udara api' karena ia murupakan satu-satunya gas yang diketahui mendukung pembakaran. Ia menuliskan pengamatannya ke dalam sebuah manuskrip yang berjudul Treatise on Air and Fire, yang kemudian ia kirimkan ke penerbitnya pada tahun 1775. Namun, dokumen ini tidak dipublikasikan sampai dengan tahun 1777.[53]

Joseph Priestley biasanya diberikan prioritas dalam penemuan oksigen

Pada saat yang sama, seorang pastor Britania, Joseph Priestley, melakukan percobaan yang memfokuskan cahaya matahari ke raksa oksida (HgO) dalam tabung gelas pada tanggal 1 Augustus 1774. Percobaan ini menghasilkan gas yang ia namakan 'dephlogisticated air'.[3] Ia mencatat bahwa lilin akan menyala lebih terang di dalam gas tersebut dan seekor tikus akan menjadi lebih aktif dan hidup lebih lama ketika menghirup udara tersebut. Setelah mencoba menghirup gas itu sendiri, ia menulis: "The feeling of it to my lungs was not sensibly different from that of common air, but I fancied that my breast felt peculiarly light and easy for some time afterwards."[24] Priestley mempublikasikan penemuannya pada tahun 1775 dalam sebuah laporan yang berjudul "An Account of Further Discoveries in Air". Laporan ini pula dimasukkan ke dalam jilid kedua bukunya yang berjudul Experiments and Observations on Different Kinds of Air.[54][49] Oleh karena ia mempublikasikan penemuannya terlebih dahulu, Priestley biasanya diberikan prioritas terlebih dahulu dalam penemuan oksigen.

Seorang kimiawan Perancis, Antoine Laurent Lavoisier kemudian mengklaim bahwa ia telah menemukan zat baru secara independen. Namun, Priestley mengunjungi Lavoisier pada Oktober 1774 dan memberitahukan Lavoisier mengenai eksperimennya serta bagaimana ia menghasilkan gas baru tersebut. Scheele juga mengirimkan sebuah surat kepada Lavoisier pada 30 September 1774 yang menjelaskan penemuannya mengenai zat yang tak diketahui, tetapi Lavoisier tidak pernah mengakui menerima surat tersebut (sebuah kopian surat ini ditemukan dalam barang-barang pribadi Scheele setelah kematiannya).



Kontribusi Lavoisier

Apa yang Lavoisier tidak terbantahkan pernah lakukan (walaupun pada saat itu dipertentangkan) adalah percobaan kuantitatif pertama mengenai oksidasi yang mengantarkannya kepada penjelasan bagaimana proses pembakaran bekerja.[3] Ia menggunakan percobaan ini beserta percobaan yang mirip lainnya untuk meruntuhkan teori flogiston dan membuktikan bahwa zat yang ditemukan oleh Priestley dan Scheele adalah unsur kimia.

Antoine Lavoisier mendiskreditkan teori flogiston

Pada satu eksperimen, Lavoisier mengamati bahwa tidak terdapat keseluruhan peningkatan berat ketika timah dan udara dipanaskan di dalam wadah tertutup.[3] Ia mencatat bahwa udara segera masuk ke dalam wadah seketika ia membuka wadah tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian udara yang berada dalam wadah tersebut telah dikonsumsi. Ia juga mencatat bahwa berat timah tersebut juga telah meningkat dan jumlah peningkatan ini adalah sama beratnya dengan udara yang masuk ke dalam wadah tersebut. Percobaan ini beserta percobaan mengenai pembakaran lainnya didokumentasikan ke dalam bukunya Sur la combustion en général yang dipublikasikan pada tahun 1777.[3] Hasil kerjanya membuktikan bahwa udara merupakan campuran dua gas, 'udara vital', yang diperlukan dalam pembakaran dan respirasi, serta azote (Bahasa Yunani ἄζωτον "tak bernyawa"), yang tidak mendukung pembakaran maupun respirasi. Azote kemudian menjadi apa yang dinamakan sebagai nitrogen, walaupun dalam Bahasa Perancis dan beberapa bahasa Eropa lainnya masih menggunakan nama Azote.[3]

Lavoisier menamai ulang 'udara vital' tersebut menjadi oxygène pada tahun 1777. Nama tersebut berasal dari akar kata Yunani ὀξύς (oxys) (asam, secara harfiah "tajam") dan -γενής (-genēs) (penghasil, secara harfiah penghasil keturunan). Ia menamainya demikian karena ia percaya bahwa oksigen merupakan komponen dari semua asam.[5] Ini tidaklah benar, namun pada saat para kimiawan menemukan kesalahan ini, nama oxygène telah digunakan secara luas dan sudah terlambat untuk menggantinya. Sebenarnya gas yang lebih tepat untuk disebut sebagai "penghasil asam" adalah hidrogen.

Oxygène kemudian diserap menjadi oxygen dalam bahasa Inggris walaupun terdapat penentangan dari ilmuwan-ilmuwan Inggris dikarenakan bahwa adalah seorang Inggris, Priestley, yang pertama kali mengisolasi serta menuliskan keterangan mengenai gas ini. Penyerapan ini secara sebagian didorong oleh sebuah puisi berjudul "Oxygen" yang memuji gas ini dalam sebuah buku populer The Botanic Garden (1791) oleh Erasmus Darwin, kakek Charles Darwin


Sejarah selanjutnya

Robert H. Goddard dengan roket berbahan bakar campuran bensin dan oksigen cair rancangannya

Hipotesis atom awal John Dalton berasumsi bahwa semua unsur berupa monoatomik dan atom-atom dalam suatu senyawa akan memiliki rasio atom paling sederhana terhadap satu sama lainnya. Sebagai contoh, Dalton berasumsi bahwa rumus air adalah HO, sehingga massa atom oksigen adalah 8 kali massa hidrogen (nilai yang sebenarnya adalah 16).[55] Pada tahun 1805, Joseph Louis Gay-Lussac dan Alexander von Humboldt menunjukkan bahwa air terbentuk dari dua volume hidrogen dengan satu volume oksigen; dan pada tahun 1811, berdasarkan apa yang sekarang disebut hukum Avogadro dan asumsi molekul unsur diatomik, Amedeo Avogadro memperkirakan komposisi air dengan benar.[56][57]

Pada akhir abad ke-19, para ilmuwan menyadari bahwa udara dapat dicairkan dan komponen-komponennya dapat dipisahkan dengan mengkompres dan mendinginkannya. Kimiawan dan fisikawan Swiss, Raoul Pierre Pictet, menguapkan cairan sulfur dioksida untuk mencairkan karbon dioksida, yang mana pada akhirnya diuapkan untuk mendinginkan gas oksigen menjadi cairan. Ia mengirim sebuah telegram pada 22 Desember 1877 kepada Akademi Sains Prancis di Paris dan mengumumkan penemuan oksigen cairnya.[58] Dua hari kemudian, fisikawan Perancis Louis Paul Cailletet mengumumkan metodenya untuk mencairkan oksigen molekuler.[58] Hanya beberapa tetes cairan yang dihasilkan sehingga tidak ada analisis berarti yang dapat dilaksanakan. Oksigen berhasil dicairkan ke dalam keadaan stabil untuk pertama kalinya pada 29 Maret 1877 oleh ilmuwan Polandia dari Universitas Jagiellonian, Zygmunt Wróblewski dan Karol Olszewski.[59]

Pada tahun 1891, kimiawan Skotlandia James Dewar berhasil memproduksi oksigen cair dalam jumlah yang cukup banyak untuk dipelajari.[60] Proses produksi oksigen cair secara komersial dikembangkan secara terpisah pada tahun 1895 oleh insinyur Jerman Carl von Linde dan insinyur Britania William Hampson. Kedua insinyur tersebut menurunkan suhu udara sampai ia mencair dan kemudian mendistilasi udara cair tersebut.[61] Pada tahun 1901, pengelasan oksiasetilena didemonstrasikan untuk pertama kalinya dengan membakar campuran asetilena dan O2 yang dimampatkan. Metode pengelasan dan pemotongan logam ini pada akhirnya digunakan secara meluas.[61]

Pada tahun 1923, ilmuwan Amerika Robert H. Goddard menjadi orang pertama yang mengembangkan mesin roket; mesin ini menggunakan bensin sebagai bahan bakar dan oksigen cair sebagai oksidator. Goddard berhasil menerbangkan roket kecil sejauh 56 m dengan kecepatan 97 km/jam pada 16 Maret 1926 di Auburn, Massachusetts, USA.


Senyawa oksigen

Air (H2O) adalah senyawa oksigen yang paling dikenal.

Keadaan oksidasi okesigen adalah -2 untuk hampir semua senyawa oksigen yang diketahui. Keadaan oksidasi -1 ditemukan pada beberapa senyawa seperti peroksida.[63] Senyawa oksigen dengan keadaan oksidasi lainnya sangat jarang ditemukan, yakni -1/2 (superoksida), -1/3 (ozonida), 0 (asam hipofluorit), +1/2 (dioksigenil), +1 (dioksigen difluorida), dan +2 (oksigen difluorida).


Senyawa oksida dan senyawa anorganik lainnya

Air (H2O) adalah oksida hidrogen dan merupakan senyawa oksigen yang paling dikenal. Atom hidrogen secara kovalen berikatan dengan oksigen. Selain itu, atom hidrogen juga berinteraksi dengan atom oksigen dari molekul air lainnya (sekitar 23,3 kJ·mol−1 per atom hidrogen).[64] Ikatan hidrogen antar molekul air ini menjaga kedua molekul 15% lebih dekat daripada yang diperkirakan apabila hanya memperhitungkan gaya Van der Waals.[65][66]

Senyawa oksida seperti besi oksida atau karat terbentuk ketika oksigen bereaksi dengan unsur lainnya.

Oleh karena elektronegativitasnya, oksigen akan membentuk ikatan kimia dengan hampir semua unsur lainnya pada suhu tinggi dan menghasilkan senyawa oksida. Namun, terdapat pula beberapa unsur yang secara spontan akan membentuk oksida pada suhu dan tekanan standar. Perkaratan besi merupakan salah satu contohnya. Permukaan logam seperti aluminium dan titanium teroksidasi dengan keberadaan udara dan membuat permukaan logam tersebut tertutupi oleh lapisan tipis oksida. Lapisan oksida ini akan mencegah korosi lebih lanjut. Beberapa senyawa oksida logam transisi ditemukan secara alami sebagai senyawa non-stoikiometris. Sebagai contohnya, FeO (wustit) sebenarnya berumus Fe1 − xO, dengan x biasanya sekitar 0,05.[67]

Di atmosfer pula, kita dapat menemukan sejumlah kecil oksida karbon, yaitu karbon dioksida (CO2). Pada kerak bumi pula dapat ditemukan berbagai senyawa oksida, yakni oksida silikon (Silika SO2) yang ditemukan pada granit dan pasir, oksida aluminium (aluminium oksida Al2O3 yang ditemukan pada bauksit dan korundum), dan oksida besi (besi(III) oksida Fe2O3) yang ditemukan pada hematit dan karat logam.